Mahasiswa Sorsel Gelar FGD Bertajuk Kesiapan Penyelenggara Dalam Melaksanakan Pemilukada di Tengah Pandemi Covid-19

Teminabuan.MIT.COMFocus group discussion (FGD) yang diinisiasi oleh mahasiswa Kabupaten Sorong Selatan pada hari Rabu, (15/07/2020) dengan tajuk “Kesiapan penyelenggara dalam melaksanakan pemilihan umum 2020 ditengah situasi new normal”, dihadiri oleh Anggota Komisioner KPU Nahum Krimadi,S.S, Anggota Komisioner Bawaslu, Yoas Saflembolo dan Anitha D. Kemesrar, S.Ik, Kapolsek Teminabuan Iptu Rusli Maknum, S.Sos, Kepala Distrik Teminabuan Frans P. Thesia,S.IP dan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda serta Kelompok Cipayung OKP/OKPI bertempat di aula Distrik Teminabuan Kabupaten Sorong Selatan Provinsi Papua Barat.

Ketua panitia FGD Nomensen Bleskadit menjelaskan ada lima rekomendasi dari hasil diskusi hari ini yang sudah di serahkan langsung kepada penyelenggara dalam hal ini anggota Komisioner KPUD Nahum Krimadi, S.S, apabila dari usulan kami mahasiswa tidak ditanggapi baik maka jalan terakhir adalah demo,” ucap Nomensen

Nahum Krimadi,S.S usai memberikan materi peranan KPU dalam mengawal demokrasi dan hak konstitusional warga Negara, kepada mediaindonesiatimur.com menyampaikan atas nama lembaga KPU Sorsel menyampaikan banyak terima kasih kepada mahasiswa yang cekatan menanggapi persolan masyarakat dan kami akan melanjutkan lima poin yang menjadi masukan kepada kami penyelenggara dengan mekanisme rapat pleno kelembagaan.
Dua tahapan penting yang di gelar oleh KPUD berdasarkan PKPU no. 5 tahun 2020 tentang tahapan program dan jadwal yaitu tahapan persiapan dan apa pelaksanaan,” tutur Nahum

“Berdasarkan PKPU ni. 3 tahun 2015 tentang tata kerja maka kemitraan yang sangat strategis yaitu Pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan yang tadinya merupakan rekomendasi dari mahasiswa dalam rangka pemilihan kepala daerah di Kabupaten Sorong Selatan mengacu pada PKPU no. 6 tahun 2020 pelaksanaan pemilihan Kepala Daerah di tengah bencana non alam (covid-19) secara kelembagaan telah dilaksanakan beberapa hal yakni MoU dengan pihak Pemerintah melalui Dinas Kesehatan dan Tim Gugus Tugas covid-19 Kabupaten Sorsel,” tambah Nahum

Publik silahkan mengkritik kinerja kami secara kelembagaan tetapi juga kepada anggota komisioner yang melakukan kesalahan demi menjaga marwah demokrasi yang baik di Negara ini. Harapan diskusi seperti ini sangat penting dalam rangka membuka cakrawala berpikir masyarakat untuk berpolitik secara santun, dan juga masyarakat secara sadar bisa melakukan hak pilih yang baik.” tutup Nahum (Obaja/MIT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.