Masyarakat Kampung Folodolo Bersukaria Atas Pembongkaran Jalan Baru

Teminabuan, MIT.COM – Pembongkaran jalan sepanjang satu kilo meter yang menghubungkan wilayah kerja Kampung Ani Sesna dan Kampung Persiapan Folodolo Distrik Teminabuan Kabupaten Sorong Selatan Provinsi Papua Barat pada hari Sabtu, (04/07/2020) yang dihadiri oleh asisten 1 Kabupaten Bagian Pemerintahan Sorong Selatan, Yoseph Bless, SH.,MH dan kontraktor pelaksana CV. Sevi Bles dan masyarakat kampung tersebut.

Kepala Kampung Folodolo, Adam Karsao dalam sambutannya mengatakan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sorong Selatan yang mana telah melihat kekurangan masyarakat selama lima tahun sejak Kampung Persiapan Folodolo ada dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2020, jumlah penduduk seratus lima puluh yang terdiri atas empat puluh tujuh kepala keluarga, atas nama masyarakat menyampaikan kepada Pemerintah agar memperhatikan beberapa fasilitas Pemeritah, kami harap untuk di bangun juga,” ujar Karsao.

Pemerintah melalui asisten satu Yoseoph Bless, SH.,MH yang akrab di sapa YB menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidakhadiran Bupati Kabupaten Sorong Selatan karena ada beberapa agenda yang harus beliau tuntaskan.

Asisten I Sorong Selatan Yoseph Bless, SH.,MH disambut oleh masyarakat Kampung Folodolo yang bersukacita

Yoseph menghaturkan banyak terima kasih kepada masyarakat pemilik hak ulayat dan masyarakat kampung Folodolo yang sangat antusias menerima Pembangunan Pemerintah, situasi covid-19 dan penerapan new normal ini menjadi berkah tersendiri untuk masyarakat Kampung Folodolo atas terobosan jalan yang dilakukan dalam beberapa waktu mendatang, menyikapi persoalan masyarakat kami menghimbau kepada masyarakat pemilik hak ulayat bahwa pada dasarnya Pemerintah siap membangun masyarakat lewat pembangunan-pembanguna fisik yang ada hanya saja perlu diperhatikan agar jangan ada sengketa-sengketa adat saat pembebasan lahan, ada harapan agar pembicaraan tanah adat ini sudah dibicarakan jauh-jauh hari “bapa dan mama dorang bicara baik-baik supaya pembangunan itu tidak terhambat oleh pembebasan lahan”, ujar YB.

“Tetapi juga diperhatikan kepada masyarakat hak ulayat untuk tidak menjual tanah sembarangan karena tanah ini warisan leluhur yang harus di jaga dan dilestarikan agar anak cucu dapat menikmati,” tambah YB.

Dalam sambutannya YB mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan yang sudah dianjurkan yakni jaga jarak, selalu menggunakan masker, dan rajin membersihkan tangan dengan sabun,” tutup YB.

‌Salah satu masyarakat kampung Folodolo, Agustinus Duwit menyampaikan sangat senang melihat respon cepat Pemerintah yang melihat bagian penderitaan masyarakat sejak kampung ini ada yakni jalan. “Dari tahun 2015 saya pikul barang dari Jembatan Koa sampai ke Kampung Folodolo yang kurang lebih ada sepuluh kilometer, tetapi Puji Tuhan tahap demi tahap jalan sudah dikerjakan sampai tinggal satu kilometer saja, saya harap jangan jalan saja tetapi Pustu, Sekolah dan lain-lain lagi,”  ucap Agus. (Obaja/MIT)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.