Perpenda Malaka Angkat Bicara Terkait Banjir Malaka

Betun, MITC – Ketua Persatuan Penjaga Perdamaian Perbatasan – Malaka (Perpenda-Malaka) Robby Koen pada Senin, (12/04/2021)  menyuarakan, kepada seluruh stakeholder di Malaka maupun diluar Malaka mengenai solusi mengatasi banjir di Kabupaten Malaka Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Bencana ini adalah tragedi kemanusiaan, tidak ada kaitannya dengan politik, jadi hilangkan yang namanya sekat-sekat politik, mari bersatu dan berjuang bersama mengatasi bencana ini.

Pemerintah Daerah Malaka tahun ini sebaiknya fokus membenahi tanggul-tanggul yang jebol/bocor sebagai solusi jangka pendeknya, termasuk di dalamnya jika ada wilayah DAS Benenai yang belum dibangun tanggul, sebaiknya segera dianggarkan untuk dikerjakan dalam tahun ini, ” jelasnya

Sedangkan untuk solusi iangka panjangnya, Pemda Malaka bersama DPRD Malaka segera bentuk tim untuk inventarisir semua anak sungai yang mengalirkan airnya ke sungai benenai lalu dibuat perencanaan untuk buat jebakan air untuk anak-anak sungai tersebut, agar mengurangi debit air yang masuk ke sungai benenai. Konsep jebakan air ini bisa berupa waduk mini atau embung.

Sebab, selain dapat mengurangi debit air yang masuk ke sungai benenai, jebakan-jebakan air tersebut akan bermanfaat bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dataran tinggi/foho untuk kebutuhan pertanian dan kebutuhan air peternak di wilayah sekitar jebakan air tersebut. Kata Robby yang juga adalah salah satu korban Bencana Banjir.

Saya bertempat tinggal di Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka, saya bersama keluarga sangat mengharapkan kebijakan yang mampu mengatasi banjir tahunan ini, kami di wilayah aintasi ini ketika terjadi musim hujan dan banjir melanda pasti kami kena. Karena belum ada tanggul ini dibangun sudah lama,” kata Koen

Banjir Benenai yang terjadi tanggal 04 April 2021 lalu tidak hanya terjadi di desa Fahiluka, tetapi ada beberapa Desa di Kecamatan Malaka Tengah, Malaka Barat, Weliman, Malaka Timur, dan Botin Leobele, Kabupaten Malaka. (Molo Manlea)

Editor: Alberto Tatibun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.