Bangkai Babi & Sampah Berserakan Merusak Keindahan Hutan Watu Kanggorok

Tambolaka, MITC – Bersih itu indah, namun indah itu tidak selalu bersih, seperti halnya hutan Watu Kanggorok. Hutan Watu Kanggorok adalah salah satu hutan indah berpohon rindang berdaun hijau di Pulau Sumba, hutan itu terletak di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketika melintasi jalan Propinsi penghubung Kota Tambolaka, Ibu Kota Kabupaten SBD dan Kota Waikabubak, Ibu Kota Kabupaten Sumba Barat di hutan itu kita sangat aman dan nyaman, karena kesejukan hutan. Namun disayangkan sekali, tepat pukul 18.30 WITA ketika awak mediaindonesiatimur.com melintasi jalan di hutan watu kanggorok di ruas jalan terlihat bangkai babi yang di buang oleh oknum yang tidak bertanggungjawab di sebelah kanan jalan dari Waitabula menuju Waikabubak sedangkan di sebelah kiri jalan terlihat sampah yang berhamburan ibarat bidadari cantik yang belum mandi.

Bangkai babi itu terlihat masih sangat baru, sehingga belum mengelurkan aroma tak sedap.

Menurut Dorce (45), Warga Desa Weekokora yang juga melintasi jalan itu mengatakan bahwa bangkai babi itu sudah ada sejak pagi.

“Tadi pagi saya lewat dari kampung pergi waitabula, ini bangkai babi sudah ada, namun sekarang saya balik ternyata masih ada juga,” kata Dorce kepada mediaindonesiatimur.com, pada Minggu (31/01/2021).

Warga dari Desa Weekokora itu menyebut bahwa dirinya sangat menyayangkan sekali kejadian itu, akibat oknum yang tidak bertanggungjawab akhirnya bangkai babi ini menganggu aktifitas pengguna jalan.

“Saya sangat sayang sekali kalau ada orang yang tidak punya kesadaran dan tidak bertanggugjawab seperti buang bangkai babi di pinggir jalan umum, juga buang sampah bukan pada tempatnya. Ini sangat menganggu perjalanan,” ungkapnya

Sehingga dirinya berharap agar masyarakat yang tidak bertanggungjawab itu supaya mempunyai kesadaran.

“Memang watu kanggorok ini hutan, tapi kita harus lestarikan hutan ini, bukan tempat buang sampah apalagi buang bangkai babi,” harapnya.

Penulis: Yanto Tena

Editor : Alberto Tatibun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.