Covid 19 di NTT Tembus 39 Kasus

KUPANG, MEDIAINDONESIATIMUR.COM – Hari ini Kamis, (14/05/2020) Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui gugus tugas Covid-19 oleh Sekretaris I drg. Dominikus Minggu Mere, M.Si kembali melaporkan jumlah pasien Covid-19 di NTT.

Dari 46 sampel yang diperiksa di Laboratorium Molekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Yohannes Kupang, dipastikan 9 sample menunjukkan Covid plus. “Dengan perincian, 8 Sampel positif Covid-19 dari Maumere, Kabupaten Sikka, cluster KM Lambelu dan 1 sampel positif Covid-19 dari Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, cluster Gowa,” ucap drg. Domi.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT telah berkoordinasi dengan Kadis Kesehatan Kabupaten Sikka untuk bersama Direktur RSUD TC Hillers Maumere dan menyampaikan laporan kepada Bupati Sikka terkait pelaksanaan perawatan dan isolasi. “Demikian pula, kami telah berkoordinasi dengan Kadis Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat untuk segera melakukan contact tracking dan isolasi terhadap pasien positif Covid-19 disana,” lanjut drg. Domi.

“Dengan bertambahnya 9 kasus positif Covid-19 yang telah terkonfirmasi, maka jumlah kasus positif Covid-19 menjadi 39 kasus dengan rincian  2 sembuh, 1 meninggal dan 36 pasien positif Covid-19 sementara dirawat di rumah sakit. Adapun rincian per kabupaten/kota jumlah kasus Positif Covid-19 sesuai data yakni Kabupaten Manggarai Barat 12 kasus, Kota Kupang 11 kasus, Kabupaten Sikka 8 kasus, Kabupaten Timor Tengah Selatan 2 kasus, Kabupaten Rote Ndao 2 kasus, dan masing-masing 1 Kasus dari Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Ende, Kabupaten Flores Timur, dan Kabupaten Sumba Timur,” urai drg. Domi

“Lanjut drg. Domi, trend penyebaran Covid -19 di NTT sudah hampir separuh dari jumlah Kabupaten/Kota di NTT oleh karena itu kebijakan pelayanan kesehatan maupun perawatan pasien Covid-19 yang saat ini ada 11 Rumah Sakit Rujukan dan ada 11 Rumah sakit second line namun dengan melihat eskalasi kasus yang ada maka akan ada kebijakan agar seluruh rumah sakit termasuk second line yang ada untuk melakukan pelayanan atau perawatan pasien Covid-19 karena topografi NTT yang kepulauan sehingga mengharuskan pasien ditangani oleh rumah sakit yang ada di daerah tersebut. Gugus tugas akan selalu memberikan dukungan bagi rumah sakit yang ada di.daerah baik itu alat pelindung diri (APD) maupun tenaga medis manakala dibutuhkan” (MIT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.