Wagub Josef Nae Soi : Pemimpin Harus Mampu Tarik Orang Lain Dengan Teladan

Kupang, MITC – Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (JNS) menegaskan, pemimpin harus mampu mewujudkan semangat perubahan lewat tindakan. Pemimpin harus bisa gerakan orang yang dipimpinnya untuk bekerja sama.

“Latihan kepemimpinan ini punya dua tujuan. Pertama sebagai ASN, saudara harus bisa gerakan orang untuk bekerja sama. Tapi lebih dari itu saudara juga harus bisa menarik orang untuk bekerja. Latihan ini orientasinya adalah supaya kita bisa bekerja,” kata Wagub JNS saat memberikan sambutan dan membuka kegiatan Pelatihan Administrator Angkatan VI Lingkup Pemerintah Provinsi NTT dan Pelatihan Dasar (Latsar) Calon PNS Golongan II Angkatan 47 dan Golongan III Angkatan 132,133 dan 134 Lingkup Pemerintah Sumba Timur, Alor, Rote Ndao, Sikka dan Nagekeo di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) NTT, Senin (28/6).

Acara yang dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat tersebut dihadiri oleh Kadis Perhubungan NTT, Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTT, Kepala BPSDMD NTT, para widyaiswara, perwakilan dari peserta serta undangan lainnya.

Menurut Wagub JNS, ada perbedaan antara bekerja (work) dan menggarap (labore). Kerja itu suatu proses untuk hasilkan output dan outcome serta mendatangkan kepuasan bagi diri dan orang yang dilayani. Sementara garap hanya pentingkan kehadiran, datang dan pulang waktu.

“ASN sebagai seorang pemimpin tidak hanya gerakan orang dengan kata-kata tapi harus mampu menarik orang dengan teladan. Latihan ini tidak hanya sekedar hasilkan pengetahuan, keterampilan dan sikap, tapi bagaimana seni untuk rampungkan ketiganya jadi satu untuk hasilkan output dan outcome, “jelas Wagub JNS.

Lewat sebuah permainan, mantan anggota DPR tiga periode itu mengajak peserta pelatihan untuk bekerja sama dan membangun kolaborasi. Pemimpin harus bisa samakan persepsi dari semua bawahannya.

“Pemimpin itu harus punya seni. Masuk lewat pintu dia atau mereka, tapi keluar lewat pintu saya atau kita. Pulang dari sini, anda harus lebih hebat dari teman-teman yang tidak ikut pelatihan. Dalam bangun kerja sama dan kolaborasi tidak boleh kita silih atau saling gesek, silih gosok dan silih gasak,” jelas Wagub Nae Soi.

Di akhir arahannya, Wagub Nae Soi mendorong para peserta untuk jadi pemimpin yang punya cinta dan perhatian terhadap bawahannya. Harus punya perhatian (care), berbagi atau kebersamaan (share) dan kejujuran (fair).

“Pemimpin itu harus punya integritas. Saudara boleh hebat dan pintar, tapi tanpa integritas, tidak ada maknanya. Latihan kepemimpinan ini bukan hanya seremonial atau syarat untuk naik pangkat dan sebagainya. Tapi lebih dari itu supaya saudara punya kompetensi yang sampai kapanpun akan selalu membanggakan yakni komit dan konsisten dalam bekerja, “pungkas Wagub JNS.

Sementara itu, Kepala BPSDMD NTT, Petrus Keron dalam laporannya mengungkapkan pelatihan kepemimpinan administrator bertujuan untuk untuk tingkatkan kompentensi sebagai pemimpin yang inovatif, berkarakter, serta mampu mendesain dan meningkatkan kinerja organisasi. Sementara latsar PNS bertujuan untuk tanamkam nilai-nilai dasar sebagai PNS agar mampu terima mandat dan jalankan peran sebagai pelayan publik.

“Peserta Pelatihan Administrator berjumlah 40 orang. Dengan waktu pelatihan selama 91 hari. Sementara latsar berjumlah 159 orang dengan lama waktu pelatihan selama 51 hari,” ungkap Petrus Keron.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.