Rumah Suling Stefanie Loemau Siap Produksi Minyak Sereh Merah

Kupang, MITC – Rumah Suling Stefanie Loemau ditengarai dalam waktu dekat akan segera meluncurkan produk minyak sereh merah. Owner atau pemilik bisnis agrikultur ini adalah Stefanie Loemau, yang mendirikan Stefanie Loemau Farm dan Rumah Suling Stefanie Loemau.

Dara pemilik nama lengkap Amelia Stefanie Loemau, S.I.Kom yang karib disapa Stefi ini, ketika konfirmasi mediaindonesiatimur.com terkait proses atau pembuatan minyak sereh merah, menuturkan, “Proses produksi awalnya pengaritan, yang mana umur daun untuk disuling idealnya berumur 2-3 bulan, terus setelah pengaritan daun di masak di tungku distilasi, Rumah Suling Stefanie Loemau memiliki 2 tungku yang mana masing-masing kapasitas sulingnya kurang lebih 500 kilogram. Setelah uapnya turun baru proses pemisahan dari air dan minyak

“Kasiat dari minyak sereh sendiri beragam dan salah satunya digunakan sebagai obat alami untuk melawan bakteri, mencegah infeksi, serta mencegah inflamasi,” Imbuh Stefi

Untuk penyulingan 400 kilogram daun Sereh Merah dengan usia daun yang ideal bisa menghasilkan kurang lebih 8 liter minyak sereh. Pangsa pasar target jangka pendeknya penjualan lokal, jika responnya positif akan expansi untuk merambah pasar international, maka dari itu Rumah Suling Stefanie Loemau mengupayakan penyulingan minyak dengan kualitas yang mampu bersaing dengan pasar luar,” beber lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Jakarta ini

“Semua supply sereh merah di pasok dari pertanian kami sendiri, tepatnya di Oelamasi, Kabupaten Kupang. Karena sejatinya rumah suling ini adalah bentuk progress lanjutan dari penanaman anakan sereh merah yang sudah dilakukan dari tahun 2020 lalu,”

“Kami berharap ini menjadi stimulus bagi generasi milenial untuk menekuni bisnis agrikultur. Diharapkan Pemerintah dapat memberikan perhatian lebih lagi bagi anak muda NTT, sehingga dari pertanian pun masyarakat kita bisa sejahtera,”

“Dukungan yang dimaksud bisa diberikan Pemerintah bagi masyarakat yang mau berusaha di bidang pertanian yaitu pelatihan yang sesuai, dibukakan lahan serta pemberian bibit untuk menjadi peluang bagi yang mau bercocok tanam dengan sistem beli kembali apa yang sudah ditanam, serta ikut membantu menjaga kestabilan harga pasar supaya meminimalisasikan kerugian setelah panen,” ujarnya

Gadis energik kelahiran Jakarta, 18 April 1990 ini menuturkan, “Untuk saat ini Rumah Suling Stefanie Loemau belum bekerja sama dengan pihak manapun dalam pembuatan Rumah Suling Sereh Merah ini, namun tidak menutup kemungkinan bagi siapapun yang mau bekerja sama ke depannya,”

“Pemilihan sereh merah sendiri dilihat dari jenis tanamannya, tanaman ini cocok dengan iklim di NTT, tetap hidup meskipun musim panas lebih panjang dari musim penghujan, serta tanaman ini dipilih karena kemungkinan terkena hama cukup kecil, dan potensi untuk dimakan sapi maupun kambing sangat kecil, jadi penanaman di kebun aman apabila ada sapi atau kambing yang masuk tanpa diundang.” tutup Stefi dengan nada bercanda.

Laporan : Alberto Tatibun

3 tanggapan untuk “Rumah Suling Stefanie Loemau Siap Produksi Minyak Sereh Merah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

%d blogger menyukai ini: