Ini Sikap Pemaskebar Soal Blok Masela

AMBON, MEDIAINDONESIATIMUR.COM – Pemerintah daerah dan Pusat diharapkan mendengar aspirasi dari rakyat Maluku Barat Daya, khususnya wilayah yang terkena dampak secara serius terhadap rencana besar mengeksloitasi sumbe migas di wilayah mereka. Semua pemangku kepentingan baiknya duduk dan membicarakan bersama agar tidak ada yang di korbankan.

Menyikapi Migas Marsela ini, Organisasi Perkumpulan Masyarakat Kepulauan Babar (Pemaskerbar) kemudian mengambil sikap tegasnya dengan melakukan pertemuan bersama legislatif provinsi Maluku untuk membicarakan keadilan bagi wilayah MBD, lebih khusus Pulau Marsela dan Babar yang persis di area Migas itu.

Pertemuan Pemaskebar MBD bersama DPRD Prov. Maluku.

Organisasi ini menilai dalam perjuangan Blok Marsela ada point kesepatakan bersama Inpex dan Pemda yang tidak disinggung serta Bupati Maluku Barat Daya hampir tidak dilibatkan dalam banyak pembahasan Blok Marsela ini.

Dalam dokumen Pemaskebar yang di terima Aliansi Wartawan Indonesia Timur (AWIT) pada rabu, (12/08),  pihak Pemaskebar juga telah melakukan penyerahan dokumen yang diserahkan langsung oleh ketua umum Pusat Prof .Ir.J.W. Mosse, kepada ketua  DPRD Provinsi Maluku.

Dalam dokumen tersebut merupakan bentuk aspirasi dan tuntutan masyarakat Maluku Barat daya, untuk mendapat perhatian serus dari Pemprov, Pemerintah Pusat, SKK Migas, Inpex dan DPRD Maluku.

Dalam dokumen itu, Pemaskebar menuntut kepada DPRD Provinsi Maluku terkait PI 10 %.

“Kemudian menyangkut 4 progres yang berupa MoU bupati MBD, SKK Migas dan INPEX  yang tidak dijalankan oleh bupati MBD oyang Nohak”, tegas Pemaskebar dalam dokumennya.

Dalam pertemuan Pemaskebar itu, pihak DPRD Maluku berharap bupati MBD harus dilibatkan dalam setiap pengambilan keputusan terkait Blok marsela.

Alasan lain yang menjadi spirit Pemaskebar yakni MBD adalah daerah miskin dari seluruh wilayah Maluku, hal itu bisa dilihat dari kondisi faktual MBD dan Index Pembangunan Manusia (IPM). Selain itu, kemiskinan di rakyat MBD yang mencapai 29,43 % pada tahun 2019.

“Dengan alasan-alasan inilah, kita berharap Blok Marsela bisa menjadikan kesejahteraan”. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.