Kadis PK Kota Kupang : Guru Harus Siap Untuk Mengajar Secara Online Maupun Offline

KUPANG, MEDIAINDONESIATIMUR.COM – “Masa pandemi Covid-19 ini para tenaga medis dijuluki pahlawan kemanusian, namun di dunia pendidikan guru juga tak kalah penting perannya, para guru juga disebut pahlawan generasi, adanya pandemi Covid-19, dunia pendidikan juga ikut merasakan dampaknya, dikarenakan pandemi Covid-19 yang terus berkepanjangan ini, dunia pendidikan khususnya para guru jika tidak mengambil peran maka generasi ini akan putus di zaman ini”.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, M.Si kepada mediaindonesiatimur.com di ruang kerjanya Rabu siang, (03/06/2020).

Dumul mengatakan, pihaknya terus mendorong para Kepala Sekolah dan para Guru dari tingkat SD dan SMP agar mempersiapkan diri untuk mendidik peserta didik jika nantinya diberlakukan proses belajar mengajar secara online ataupun offline di rumah.

Di tengah persiapan untuk pengumuman hasil kelulusan tingkat SMP pada 5 juni 2020 dan SD 15 Juni 2020 nanti, pemerintah juga saat ini sedang menyiapkan sejumlah langkah strategis berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar. Setidaknya ada tiga langkah teknis mengajar untuk para guru secara offline dan online.

Lebih lanjut Dumul menjelaskan dalam kondisi pandemi ini tidak hanya peran Kepala Sekolah dan Guru saja namun kerjasama orangtua murid juga dibutuhkan demi terselenggaranya kegiatan proses belajar mengajar nantinya.

Terpisah, Pelaksana tugas Kepala SMPN 6 Kota Kupang, Benny Mauko, S.Pd., M.Hum kepada media ini dikediamannya, menjelaskan “terkait dengan peran guru dalam menyikapi proses belajar mengajar nantinya, butuh kerjasama semua pihak baik dari Pemerintah Daerah dan Dinas PK untuk segera menyiapkan langkah-langkah dan bentuk kurikulumnya, karena masih butuh waktu lagi untuk sosialisasi langkah eksekusinya, mengingat peran guru dituntut lebih karena proses belajar mengajar dulu di waktu normal berbeda dengan kondisi pendemi sekarang, hal yang dibutuhkan adalah menyiapkan diri baik fisik, psikologis, maupun pikiran untuk menghadapi proses pembelajaran secara offline maupun online,” kata Benny.

“Kami berharap masa pendemi ini segera berlalu sehingga segala aktifitas bisa normal dan suasana dunia pendidikan kembali berjalan seperti biasa,” tutupnya. (Balla/MIT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.