Akibat Ingin Selfie dengan View Menarik, Seorang Guru Honorer di TTS Terjerembab ke Sungai dan Meninggal

SOE, MEDIAINDONESIATIMUR.COM – Tim Search and Rescue (SAR) Provinsi NTT bersama Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Selasa, (02/06) mengevakuasi korban meninggal karena terjerembab masuk ke sungai atas nama Selvi Roslianti Kase (30), warga Desa Bijepunu Kecamatan Mollo Utara, TTS.

Informasi yang diperoleh mediaindonesiatimur.com dari Kadis BPBD TTS, Adi Tallo via whatsapp, kronologi kematian korban dari keterangan teman-teman korban. Senin, (01/06) sekitar pukul 16:00 WITA korban mengajak tujuh orang temannya dari UKAW yaitu Supriadi S. Darma, Faldi S. Mbeo, Petronela Ina Damalera, Adriana A. Ola Mukin, Orices Tasuab, Neti Nenoharan, Sintia Pelandou untuk berfoto di Oe Fatulalua, sungai lalua perbatasan antara Desa Tutem Bijaepunu dan Desa Tunua. Setelah foto bersama korban turun ke tebing yang agak terjal untuk mengambil foto selfi dengan view indah, nahas korban malah tergelincir dan terjerembab masuk dalam pusaran air terjun. Korban merupakan salah seorang guru honorer di SMP Satap Nenas.

Proses evakuasi korban dilakukan oleh tim SAR yang berjumlah 8 orang, tim tiba di lokasi sekitar jam 07.30, jenazah korban berhasil dievakuasi pukul 10.30 Wita.

Proses Evakuasi Korban oleh Tim SAR dan BPBD, Foto : AT untuk MIT

Untuk sementara jenazah sudah ditangani oleh Polisi dan Puskesmas Tobu. Kepolisian sementara mendalami kasus ini.

Sementara itu, informasi yg diperoleh dari pihak keluarga berkaitan dengan tindak lanjut kasus ini dan langkah hukum tujuh orang teman korban yang bersama-sama dengan korban di lokasi kejadian, pihak keluarga ikhlas dan menerima kematian korban sebagai kecelakaan karena korban yang mengajak teman-temannya datang kerumahnya di Tutem.

Penyerahan jenazah oleh Tim SAR ke pihak keluarga korban, Foto : AT untuk MIT

Kepala BPBD TTS, Adi Tallo pada kesempatan ini juga mengimbau masyarakat agar masyarakat tetap berhati-hati jika mengunjungi tempat-tempat wisata yg sekiranya rawan terjadi kecelakaan, lokasi yang tidak representatif untuk dilakukan swafoto maupun selfi sebaiknya dihindari. (Cici/MIT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.